Hingga tulisan ini disusun, belum diketahui apakah sang
betina akan bertelur lagi atau tidak. Namun melihat gelagatnya, yakni dari
prilaku kedua pasangan yang masih terus kimpoi, tidak mustahil si betina akan
bertelur lagi.
Dari pengamatan, telur pertama keluar dari sang induk
sekitar pukul 18.00, beberapa saat setelah adan magrib, dua hari lalu.
Penulis mengira, akan muncul telur kedua keesokan harinya,
pada waktu yang kurang lebih sama. Ternyata, indukan puter itu kembali
mengeluarkan telur baru pada hari kedua, sekira 48 jam setelah keluaran telur
pertama.
Kalau saja telurnya lebih dari dua, sang induk akan kembali
bertelur kurang lebih dua hari lagi.
Ikut mengeram
Hal yang menarik dari pasangan puter dan merpati itu, sang
ayah, ternyata sangat setia dan perhatian.
Hal itu misalnya terlihat ketika sang betina sedang berusaha
mengeluarkan telurnya yang sepertinya ukurannya lebih besar dari biasanya –
sebab ayahnya berukuran besar.
Sang jantan, terpantau menunggu “sang istri” di samping
sangkar. Sesekali ia mematuk pelan kepala dan bulu sang betina, atau “mencium”
patuk si betina dengan pelan. Ia juga sepertinya melupakan pakan yang
disediakan karena lebih sukan menunggu sang betina.
Sang jantan juga mau turut mengerami telur ketina sang
betina makan, atau sekedar melepaskan bosan karena terus-terusan berada di
dalam sangkar.
Wujud perhatian sang jantan lain, ketika mengetahui sang
istri “hamil”, ia beberapa kali membekur sambil memperlihatkan contoh burung
mengeram. Barangkali sang merpati jantan itu ingin agar sang istri segera masuk
ke sarang, dan bertelur.
Sebelumnya, penulis memang menyediakan sarang alakadarnya,
lengkap dengan jeraminya. ***
0 Comments