Film film Undertone produksi A24 mencatat keberhasilan besar di box office. Dalam dua pekan, pendapatan film Undertone mencapai lebih dari USD 15 juta atau sekitar Rp 230 miliar.
Angka tersebut jauh melampaui biaya produksi. Film ini dibuat dengan anggaran hanya USD 500 ribu atau sekitar Rp 7,7 miliar.
Dengan demikian, box office film horor ini menghasilkan lebih dari 30 kali lipat dari modal awal. Capaian ini menjadikannya salah satu film paling menguntungkan.
Pada akhir pekan pertama, film Undertone langsung meraih USD 9 juta atau sekitar Rp 138 miliar. Hal ini menunjukkan minat tinggi dari penonton.
Di pekan kedua, pendapatan bertambah USD 3 juta atau sekitar Rp 46 miliar. Penurunan terjadi, namun masih dalam batas wajar.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh kehadiran Project Hail Mary yang mendominasi box office global.
Film ini pertama kali diperkenalkan di Fantasia International Film Festival sebelum akhirnya didistribusikan secara luas oleh A24.
Saat ini, distribusi masih terbatas di Amerika Utara. Oleh karena itu, pendapatan film Undertone masih berpotensi meningkat.
Secara kritik, film ini memperoleh skor 72% di Rotten Tomatoes. Banyak yang menilai film ini kuat dalam membangun ketegangan.
Namun, penilaian penonton cenderung beragam. Skor audiens berada di angka 50% dengan respons yang tidak sepenuhnya positif.
Sutradara Ian Tuason menyebut kemungkinan pengembangan cerita menjadi trilogi di masa depan.
Film ini dibintangi Nina Kiri sebagai tokoh utama, dengan cerita yang berfokus pada pengalaman horor psikologis yang intens. ***

0 Comments