
Kenapa
di kampung itu ada batu berbentuk gajah, menurut cerita yang berkembang dari
mulut ke mulut, berkaitan dengan perseteruan antara Kerajajaan Galuh dengan
Majapahit. Diceritakan, suatu ketika Kerajaan Galuh akan diserang Majapahit.
Karena di kampung itu tersimpan harta yang besar, maka Kerajaan Galuh menyimpan
seekor gajah untuk menjaga harta tersebut.
Tidak
ada petunjuk pasti, apakah cerita yang berkembang itu hanya sekedar dongeng
atau benar-benar terjadi. Yang pasti, di kampung tersebut memang terdapat situs
batu gajah. Patung gajah itu semula komplit dengan belalainya. Namun karena ada
tangan jahil, belalai itu lenyap. Batu pun nyaris hancur.
Menurut
tokoh masyarakat setempat, situs itu sempat dibuka untuk untuk umum. Namun
karena banyak orang menyalahgunakan situs itu dan menganggap jelmaan dewa,
situs itu sempat ditutup. Menurut keterangan, sebelum ditutup, warga Tionghoa
sering datang ke kampung tersebut. Bukan hanya Tionghoa dari Banjar, tetapi
dari sejumlah tempat lainnya.
Kini,
untuk menegaskan bahwa di kampung itu ada cerita yang berkaitan dengan gajah,
pemerintah setempat sengaja membangun miniature gajah di tikungan jalan di
Kampng Batu Gajah Dusun Warung Buah Desa Neglasari tersebut. ***
0 Comments